Benarkah Sleep Apnea yang Tak Diobati Bisa Meningkatkan Risiko Parkinson sampai Dua Kali Lipat?

Sleep apnea dan Parkinson ternyata bisa saling berkaitan. Sebuah studi besar yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Neurology tahun 2025 menemukan bahwa sleep apnea yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko Parkinson — pada beberapa kelompok bahkan hampir dua kali lipat.

Apa Itu Penyakit Parkinson?

Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologis degeneratif yang memengaruhi sistem saraf dan kemampuan tubuh mengontrol gerakan. Kondisi ini terjadi ketika sel saraf di otak yang memproduksi dopamin mengalami kerusakan bertahap. Diperkirakan hampir 10 juta orang di seluruh dunia hidup dengan Parkinson.

Gejala umum meliputi tremor pada tangan, gerakan tubuh yang melambat, otot kaku, kesulitan berjalan dan menjaga keseimbangan, serta gangguan tidur.

Produk Unggulan

ResMed AirSense 10 Autoset

CPAP otomatis terbaik ResMed — menyesuaikan tekanan setiap napas untuk terapi yang tepat dan nyaman sepanjang malam.

Lihat Produk Konsultasi Gratis

Temuan Penelitian JAMA Neurology 2025

Tim peneliti dari Oregon Health & Science University menganalisis lebih dari 11 juta data kesehatan veteran antara 1999–2022. Dari data tersebut, sekitar 1,5 juta orang didiagnosis mengalami obstructive sleep apnea (OSA).

Hasil analisis menunjukkan: dalam periode enam tahun setelah diagnosis sleep apnea, terdapat sekitar 1,16 kasus tambahan Parkinson per 1.000 orang dibandingkan kelompok tanpa sleep apnea. Pada beberapa kelompok, risikonya bahkan mendekati dua kali lipat.

Penting dicatat: penelitian ini menunjukkan hubungan (korelasi), bukan bukti bahwa sleep apnea secara langsung menyebabkan Parkinson. Namun temuan ini cukup kuat untuk dijadikan dasar penanganan dini.

Mengapa Koneksi Ini Mungkin Terjadi?

Beberapa faktor pemicu yang diteliti meliputi: kekurangan oksigen kronis yang merusak sel saraf penghasil dopamin, gangguan tidur yang mengganggu pembersihan protein berbahaya dari otak, dan peradangan kronis yang mempercepat degenerasi neuronal.

Solusi: Terapi CPAP sebagai Perlindungan Otak

Terapi CPAP adalah standar emas pengobatan sleep apnea. Perangkat ini mengalirkan udara bertekanan positif melalui masker untuk menjaga saluran napas tetap terbuka sepanjang malam. Dengan penggunaan rutin, penderita mendapat tidur lebih nyenyak, mengurangi kantuk siang hari, meningkatkan konsentrasi, dan berpotensi mengurangi risiko komplikasi neurologis jangka panjang.

Resindo Medika menyediakan konsultasi dokter spesialis, terapi CPAP ResMed, dan sleep study komprehensif untuk diagnosis dan penanganan sleep apnea yang tepat.

Interested in learning how sleep apnea care can help?

Contact Resindo Medika today to schedule your consultation.

What do you think?

Related Articles