Cara Mengaktifkan Fitur Auto-Ramp pada ResMed Air 10 Series

Sering merasa tidak nyaman karena dorongan udara terlalu kencang saat terapi CPAP? Tenang, kamu tidak sendirian! Ada banyak pengguna CPAP yang mengeluhkan hal serupa khususnya pemula yang baru memulai terapi CPAP.

Dorongan udara yang terus menerus dapat membuat kamu sedikit kesulitan saat membuang napas, ini merupakan hal yang wajar dan dapat diatasi dengan mudah. ResMed Air 10 Series adalah seri mesin CPAP yang dilengkapi dengan berbagai fitur premium untuk mendukung pengalaman terapi yang nyaman dan efektif.

Salah satu fitur yang dapat kamu manfaatkan untuk mengatasi rasa tidak nyaman karena dorongan tekanan udara CPAP adalah auto-ramp. Auto-ramp adalah fitur yang mengatur mesin untuk memberikan dorongan udara lembut saat kamu memulai terapi.

Tekanan udara ini akan perlahan-lahan naik ke besaran tekanan minimal yang sudah di atur sebelumnya saat mesin mendeteksi kamu sudah tertidur. Dengan auto-ramp kamu bisa merasa lebih nyaman dan lebih mudah tertidur saat menggunakan terapi CPAP.

Selain itu bagi pemula, auto-ramp juga berperan penting untuk membantu adaptasi karena dapat meminimalisir rasa tidak nyaman akibat dorongan udara yang kencang.

Perbedaan Fitur Ramp dan Auto-Ramp

Sebelum membahas tentang cara mengaktifkan fitur auto-ramp pada mesin ResMed Air 10 Series kamu perlu memahami bahwa tidak semua mesin CPAP memiliki fitur auto-ramp, beberapa mesin hanya dilengkapi dengan fitur ramp manual (tidak otomatis).

Pengertian Fitur Ramp

Perbedaan fitur ramp dan auto-ramp terletak pada pengaturan seberapa lama waktu tekanan udara lembut pada awal terapi bisa diatur. Ramp tidak dilengkapi dengan sensor yang bisa mendeteksi apakah kamu sudah tertidur atau belum. Hal ini berarti tekanan udara yang lebih pelan hanya bisa disetting manual dalam rentang waktu tertentu antara 5 – 45 menit.

Misalkan, pengaturan ramp diatur 10 menit, maka selama 10 menit mesin akan memulai dengan tekanan yang lembut dan langsung naik ke batas tekanan minimal yang lebih kencang pada menit ke 11 baik kamu sudah tertidur atau belum.

Pengertian Fitur Auto-Ramp

Sedangkan, auto-ramp memiliki pengaturan yang lebih canggih dimana mesin CPAP dapat mendeteksi apakah kamu sudah tertidur atau belum dari ritme pernapasanmu. Tekanan pelan akan terus diberikan selama kamu belum tertidur dan baru akan naik perlahan-lahan saat mesin membaca kamu sudah tertidur.

Bila kamu sudah tidur dalam 5 menit awal maka pada menit ke 6 mesin akan otomatis menaikkan tekanan udara. Bila kamu masih belum tidur hingga menit ke 30 mesin akan tetap memberikan tekanan udara lembut hingga kamu terdeteksi sudah tidur, tanpa perlu mengatur waktu secara manual.

Jadi, perbedaan ramp dan auto-ramp hanyalah terletak pada pengaturan waktunya saja. Ramp hanya bisa diatur manual sedangkan auto-ramp otomatis. Secara konsep dan fungsi baik ramp maupun auto-ramp sama-sama bermanfaat untuk memberikan kamu pengalaman terapi CPAP yang nyaman dan efektif.

 

Panduan layar pengaturan ramp dan auto-ramp ResMed Air 10 Series

 

Cara Mengaktifkan Fitur Ramp dan Auto-Ramp pada ResMed Air 10 Series

Tutorial cara mengaktifkan fitur auto-ramp pada Air 10 Series ini dapat kamu ikuti untuk semua mesin ResMed Air 10 Series seperti AirSense 10 Autoset, AirSense 10 Autoset For Her, AirStart 10 APAP, AirCurve 10 VAuto, dan Lumis 150 VPAP ST. Ciri khas mesin ResMed Air 10 Series adalah memiliki bentuk yang mirip hanya berbeda warna dan jenis mesin.

Mengaktifkan fitur auto-ramp maupun ramp memiliki tata cara yang sama dan dapat kamu lakukan sendiri dengan mengikuti beberapa langkah mudah berikut ini:

  1. Pada layar awal dalam kondisi mesin menyala tekan tombol dial (tombol bulat putih) untuk masuk ke menu My Options
  2. Putar tombol dial untuk gulir ke bawah kemudian pilih menu Ramp Time
  3. Sesuaikan waktu ramp yang diinginkan dengan memutar tombol dial, untuk pilihan auto-ramp putar tombol sampai keterangan menit berubah menjadi tulisan auto
  4. Tekan tombol dial sekali untuk mengunci pilihan, lalu tekan tombol home dengan icon rumah untuk kembali ke layar utama
  5. Selesai, kini kamu sudah mengaktifkan auto-ramp pada mesin CPAP mu.

Tips Menggunakan Fitur Ramp pada Terapi CPAP

Selain benefit kamu juga perlu mengetahui efek samping fitur ramp bagi terapi CPAP yang kamu jalani. Dalam beberapa kondisi fitur ramp justru dapat mengurangi efektivitas terapi kamu, karena itu kamu perlu memperhatikan beberapa tips menggunakan fitur ramp pada terapi CPAP berikut agar dapat menilai kapan harus mengaktifkan dan menonaktifkan fitur ramp dan auto-ramp pada mesin ResMed Air 10 Series.

 

Sleep latency adalah waktu yang dibutuhkan untuk tertidur setelah berbaring di tempat tidur.

 

Berapa Lama Biasanya Kamu Tertidur?

Lama waktu antara saat kamu mulai berbaring di tempat tidur hingga kamu benar-benar tertidur disebut dengan sleep latency. Waktu sleep latency berkaitan erat dengan pengaturan waktu ramp manual dan efektivitas terapi CPAP.

Bila kamu mengatur waktu ramp yang terlalu lama tapi tertidur dalam waktu singkat, maka itu berarti mesin terapi CPAP akan terus memberikan tekanan yang rendah hingga waktu ramp yang kamu atur habis.

Dalam kondisi kamu sudah tertidur, tekanan yang masih rendah tersebut bisa membuat terapi kamu kurang maksimal karena tekanan udara yang diberikan jadi tidak cukup kuat untuk mengatasi sleep apnea yang terjadi.

Tips menggunakan fitur ramp pada terapi CPAP yang pertama adalah mengatur waktu ramp time sesuai berapa lama biasanya kamu tertidur. Hal ini bertujuan untuk menjaga hasil terapi CPAP tetap optimal. Kamu juga bisa memilih opsi auto-ramp jika tersedia agar mesin dapat menyesuaikan tekanan secara otomatis.

Berapa Tingkat Keparahan Sleep Apnea Kamu?

Tips menggunakan fitur ramp pada terapi CPAP yang kedua adalah dengan memperhatikan berapa tingkat keparahan sleep apnea kamu agar efektivitas terapi tetap terjaga. Dalam kondisi sleep apnea berat, opsi ramp tidak disarankan karena dapat membuat terapi kurang maksimal akibat tekanan udara yang terlalu pelan.

Hal ini berpotensi membuat kamu masih mengalami gejala sleep apnea pada awal pemakain mesin dan menghasilkan laporan terapi CPAP yang kurang bagus. Sebelum menggunakan terapi CPAP tingkat keparahan sleep apnea bisa kamu ketahui dengan melihat nilai AHI pada saat sleep test.

Semakin besar nilai AHI berarti semakin berat sleep apnea yang kamu alami dan tentunya membutuhkan tekanan udara yang semakin besar. Bila kamu sudah menggunakan alat terapi CPAP tapi baru mau mencoba fitur ramp, kamu bisa membandingkan lebih dulu hasil nilai AHI pada laporan hasil terapi CPAP sebelum dan sesudah mengaktifkan fitur ramp.

Selama nilai AHI masih berada dibawah 5, maka itu berarti terapi CPAP sudah efektif dan kamu bisa terus menggunakan fitur ramp dengan pengaturan yang sama.

Apakah Kamu Sudah Terbiasa dengan Tekanan Udara Terapi CPAP?

Tips menggunakan fitur ramp pada terapi CPAP selanjutnya adalah dengan mengukur apakah kamu sudah terbiasa dengan terapi CPAP atau belum? Sejatinya fitur ramp dan auto-ramp dibuat untuk membantu para pemula beradaptasi dan membuat terapi CPAP terasa lebih nyaman. 

Umumnya, setelah beradaptasi selama 1-2 minggu pemula sudah mulai terbiasa dengan dorongan tekanan udara CPAP. Jadi, bila kamu sudah terbiasa dengan dorongan terkanan udara, maka sebaiknya kamu menonaktifkan fitur ramp agar tekanan udara berjalan sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter atau RPSGT (ahli tidur bersertifikasi) demi hasil yang lebih optimal.

 

Fitur ramp dan auto-ramp kurang efektif digunakan bila kamu sering terbangun di malam hari.

 

Apakah Kamu Kerap Terbangun di Tengah Malam?

Setiap orang memiliki kebiasaan tidur yang berbeda-beda, beberapa orang bahkan dapat terbangun di tengah malam karena alasan apapun. Bila kamu termasuk orang yang sering terbangun di malam hari, maka fitur ramp bukanlah pilihan yang tepat untuk digunakan.

Tips menggunakan fitur ramp pada terapi CPAP ini lebih fokus mempertimbangkan segi efektivitas terapi yang kamu jalani. Fitur ramp maupun auto-ramp akan memberikan tekanan yang rendah pada awal terapi sebelum kamu tidur. Katakanlah kamu terbangun 3 kali dalam semalam, maka 3 kali juga kamu akan mengatur ramp agar bisa tertidur.

Berulang kali mengatur ramp akan membuat tekanan udara yang kamu terima tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya kamu perlukan dan dapat menyebabkan terapimu menjadi kurang maksimal. Jadi, bila kamu cenderung mudah terbangun di tengah malam ramp bukanlah fitur yang tepat untukmu.

Kesimpulan

Ramp maupun auto-ramp adalah fitur yang dapat kamu andalkan untuk membuat terapi CPAP menjadi lebih nyaman. Namun, perlu diingat bahwa menggunakan ramp terlalu sering dapat mempengaruhi hasil terapimu. Sebaiknya kamu menggunakan ramp dan auto-ramp dengan sewajarnya sesuai dengan kebutuhanmu.

Bila kamu tidak yakin berapa waktu ramp yang kamu perlukan, kamu bisa berkonsultasi lebih dulu dengan tim Resindo Medika. Apabila mesin CPAP kamu sudah dilengkapi dengan wireless, tim Resindo Medika juga bisa membantu kamu mengatur pengaturan ramp pada mesinmu secara real-time tanpa harus bertatap muka. Mudah dan efisien bukan? Layanan pendampingan ini tersedia secara gratis hanya untuk member Resindo Medika.

Sekian artikel mengenai cara mengaktifkan fitur auto-ramp pada mesin ResMed Air 10 Series. Semoga membantu!

× How can I help you?