
Tahapan tidur seperti REM Sleep dan perannya diketahui penting pada pengidap sleep apnea.
Sayangnya, kebanyakan orang hanya tidur saja tanpa memikirkan tahapan tidur yang dilalui.
Tahapan-Tahapan pada Siklus Tidur
Setiap siklus tidur biasanya berlangsung sekitar 90 menit dan terjadi beberapa kali sepanjang malam.
Tahapan dalam siklus tersebut meliputi:
1. Tahap 1 (Non-REM)
Fase tidur ringan yang berlangsung selama 1–7 menit. Fase ini menandai transisi dari keadaan terjaga ke tidur.
2. Tahap 2 (Non-REM)
Mencakup sekitar 50% dari total waktu tidur. Fase ini ditandai dengan penurunan detak jantung dan aktivitas otak untuk mempersiapkan tubuh memasuki tidur yang lebih dalam.
3. Tahap 3 (Non-REM)
Dikenal sebagai tidur nyenyak atau tidur gelombang lambat. Fase ini penting untuk pemulihan fisik dan pengisian energi.
4. REM Sleep
Terjadi sekitar 90 menit setelah tertidur. Durasi episode REM semakin panjang sepanjang malam. Fase REM terakhir dapat berlangsung hingga satu jam.
Apa itu REM Sleep?
REM Sleep atau Rapid Eye Movement adalah tahap tidur yang terdalam. Selama fase tidur ini, ada beberapa hal terjadi:
1. Mata bergerak cepat di balik kelopak mata yang tertutup
2. Detak jantung meningkat
3. Pernapasan tidak teratur
4. Mimpi yang lebih jelas
Berbeda dengan fase tidur lain, di mana gelombang otak melambat, otak Anda akan sangat aktif selama fase ini, dan gelombang otak jadi lebih bervariasi.
Kenapa REM Sleep dan Perannya Penting?
Ada beberapa alasan kenapa fase tidur ini penting:
1. Dapat mengatur emosi dan mengurangi stress
2. Penting untuk perkembangan otak
3. Pemulihan fisik dengan lebih cepat
4. Perlindungan dari demensia
Bagaimana Sleep Apnea Berefek pada REM Sleep dan Perannya?
Pada penderita sleep apnea, saluran napas dapat menutup berulang kali saat tidur. Kondisi ini menyebabkan tubuh sering terbangun di malam hari.
Akibatnya, siklus tidur menjadi terganggu dan tubuh sulit mencapai atau mempertahankan fase REM sleep dan perannya.
Salah satu jurnal dari National Library of Medicine juga menunjukkan bahwa risiko kolaps saluran napas atas lebih tinggi selama fase REM. Hal ini terjadi karena tonus otot di sekitar lidah dan saluran napas menurun.
Kondisi tersebut dapat membuat sebagian orang mengalami sleep apnea yang lebih sering terjadi saat fase REM.
Siapa yang Berisiko Mengalami REM Sleep Apnea?
Tidak semua orang akan mengalami REM Sleep Apnea, beberapa yang berisiko yaitu:
1. Wanita
2. Orang dewasa di bawah usia 60 tahun
3. Orang yang sering tidur terlentang
4. Orang dengan berat badan berlebih
5. Orang yang mengonsumsi alkohol atau obat tertentu sebelum tidur
Cara Mendapatkan REM Sleep dan Perannya dengan Lebih Baik
Meningkatkan kualitas REM sleep dan perannya sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental, terutama jika mengalami sleep apnea. Ini caranya:
1. Buat jadwal tidur dan bangun yang konsisten
2. Buat lingkungan tidur yang nyaman
3. Kelola stress dengan baik
4. Hindari penggunaan gadget sebelum tidur
5. Lakukan diet REM-Friendly
6. Lakukan terapi yang direkomendasikan
Maksimalkan REM Sleep dan Atasi Sleep Apnea dengan Resindo Medika
Jika Anda sering mendengkur keras, merasa lelah saat bangun, atau sering terbangun di malam hari, kondisi tersebut bisa menjadi tanda sleep apnea yang memengaruhi kualitas REM sleep.
Di Resindo Medika, Anda dapat memperoleh berbagai layanan untuk membantu diagnosis dan penanganan gangguan tidur, seperti:
- Sleep test
- Terapi CPAP
- Konsultasi rutin dengan tenaga medis
Segera jadwalkan pemeriksaan di Resindo Medika untuk mendapatkan solusi yang tepat bagi gangguan tidur Anda.
